Blog Detail

Think Tank Poros Maritim 04.04.2017

04 Apr 17
admin
No Comments

NUSANTARA INITIATIVE

dan

PELOPOR MARITIM INDONESIA (PORMAR)

Think Tank Poros Maritim

04.04.2017

  1. KKP mengklaim, dengan kebijakan pemberantasan illegal fishing di perairan Indonesia, salah satunya penggelaman kapal asing pencuri ikan, sanagt berimbas pada merosotnya ekonomi sektor perikanan negara lain. 2 negara misalnya Thailand, sebelum adanya pemberantasan illegal fishing di Indonesia, pertumbuhan ekonomi dari sektor perikanannya surplus 15%, namun kemudian anjlok menjadi minus 3%. Demikian juga terjadi pada China, yang sebelumnya menyandang predikat sebagai eksportir hasil laut terbesar dunia, tapi kemudian malah lebih banyak jadi importir hasil perikanan.
  2. Kemenhub segera menyelesaikan pembangunan dan mempercepat operasional Pelabuhan Gili Mas yang akan menunjang operasional pelabuhan Lembar di Lombok, NTB. Pada pertengahan 2018 diharapkan selesai untuk dermaga kapal cruise dan roro, dan pada Mei 2019 selesai dermaga container. Pelabuhan Gili Mas akan memiliki draft -14 mLWS, sehingga bisa menampung kapal cruise yang selama ini tidak dapat sandar di pelabuhan Lembar. Adapun kapasitas lapangan container mampu menampung 200 riibu – 300 ribu container. Hadirnya Pelabuhan Gilimas ini nantinya diharapkan semakin memperbesar pergerakan logistik ke Lombok dan memastikan harga-harga akan lebih murah serta barang-barang dari Lombok dapat dibawa keluar, juga meningkatkan pariwisata di wilayah Lombok, khususnya menjunjang salah satu prioritas destinasi wisata Lombok yaitu Mandalika.
  3. PT Humpuss Intermoda Transportasi Tbk (HITS) menjadi perusahaan pelayaran peringkat pertama dalam pertumbuhan laba bersih dari 13 emiten pelayaran yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI) yang telah menerbitkan laporan keuangan tahun 2016, yaitu dengan pertumbuhan laba bersih hingga 64%. Lalu diikuti dengan PT Sillo Maritime Tbk (SHIP), kemudian PT Samudera Indonesia Tbk (SMDR). Sementara terdapat 6 perusahaan masih mencatatkan rugi (PT Logindo Samudramakmur Tbk (LEAD), PT Berlian Laju Tanker Tbk (BLTA), PT Rig Tenders Indonesia Tbk (RIGS), PT arpeni Pratama Ocean Line Tbk (APOL), PT Trada Maritime Tbk (TRAM) dan PT Wintermar Offshore Marine Tbk (WINS)), dan 4 mengalami penurunan kinerja (PT Trans Power Marine Tbk (TPMA), PT Soeci Lines Tbk (SOCI), PT Tempuran Emas Tbk (TMAS) dan PT Pelayaran Nelly Dwi Putri Tbk (NELY). Tak dipungkiri memang sepanjang tahun 2016 industri pelayaran di Indonesia menghadapi tantangan yang cukup berat.
  4. PT PAL Indonesia (Persero) tengah menyelesaikan kapal perang ‘perusak’ kedua jenis Guided Missile Frigate/Perusak Kawal Rudal (PKR), yang merupakan pesanan TNI AL. Kapal jenis ini merupakan kapal perusak buatan PT PAL pertama kali untuk kebutuhan dalam negeri, walaupun sebelumnya, kebutuhan kapal jenis PKR ini dipesan dari luar negeri. Kapal perusak ini memiliki panjang 105 meter dengan lebar 14 meter. Kapal ini bisa melesat dengan kecepatan 28 knots. Saat beroperasi, PKR bisa membawa 120 kru kapal. Kapal perusak ini memiliki kemampuan perang antar permukaan. Dengan tembakan torpedo dan rudal, PKR bisa menenggelamkan kapal perang musuh. Ini bisa untuk perang 4 matra sekaligus, perang permukaan sesama kapal perang, perang bawah air melawan kapal selam, perang dengan udara pesawat tempur, dan perang elektronika.
  5. Eksploitasi ikan secara masif terjadi di seluruh WPP RI. Pemetaan tingkat penangkapan ikan oleh KKP menunjukkan kebanyakan status eksploitasi ikan demersal, pelagis besar, dan udang telah mencapai titik maksimum. Penangkapan ikan di beberapa wilayah bahkan masuk zona merah karena melebihi ambang batas yang ditetapkan.

 

Check our Newsletter….

Silahkan kontak kami untuk informasi lebih lanjut melalui Info@nusantarainitiative.com

Leave A Comment