Category Archives: Uncategorized

Energi Terbarukan Bisnis Masa Mendatang

24 Dec 18
admin
No Comments

Jakarta-Indonesia. 28 Nopember 2018

Data BKPM menunjukkan realisasi investasi (PMA+PMDN) sepanjang tahun 2018 diprediksikan mencapai Rp 730 triliun atau lebih rendah dibandingkan target Rp 765 triliun, meningat kinerja investasi sampai kuartal III 2018 justru menurun dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Mengingat masih lesunya kinerja ekspor, maka harapan pertumbuhan ekonomi dapat di topang dari investasi dan konsumsi rumah tangga. Pada sisi lain, current account deficit (CAD) terus melebar, akibat impor yang lebih besar dibandingkan ekpsor, khususnya meningkatnya biaya impor energi karena kurs rupiah yang melemah sepanjang tahun 2018 serta masih dominannya penggunaan energi berbasis fosil sedangkan Indonesia kaya akan sumber daya energi terbarukan.

Menteri ESDM RI, Ignasius Jonan menyampaikan bahwa Renewable Energy memiliki potensi yang luar biasa, saat ini capaian bauran energi yang bersumber dari energi terbarukan sebesar 13%, dengan target 23% di tahun 2025.
“Bisnis di masa mendatang antara lain renewable energy, ketenagalistrikan, online shopping, dan infrastruktur” ucap Jonan dalam acara International Business Summit 2018 dengan tema Smart Investing to Accelerate Indonesia’s Economic Growth: Strengthening Energy, Maritime Sector and Nurturing New Local Businesses, yang diselenggarakan oleh Ikatan Alumni Institut Teknologi Sepuluh Nopember (IKA ITS), hari Rabu, 28 Nopember 2018, di Ballroom Hotel Kempinsky-Jakarta.

 

Dalam kesempatan tersebut, Ketua Umum PP IKA ITS, Dwi Soetjipto manyampaikan bahwa “Patut kita memberikan apresiasi atas upaya Pemerintah mendorong pemanfaatan energi non fosil berupa kebijakan B20 untuk BBM solar dan pengaturan pemanfaatan sumber daya energi terbarukan yang bisa menjangkau masyarakat luas seperti mikro hidro, angin dan matahari. Pelibatan masyarakat luas dalam pengelolaan energi adalah langkah yang tepat dan perlu didukung Pemerintah. Kami menyambut baik Permen ESDM No 49 Tahun 2018 tentang penggunaan sistem pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) atap oleh konsumen PT PLN (Persero)”.

Pada kesempatan yang sama, Ketua Panitia Acara Djohan Safri menyampaikan “Melihat dinamika acara yang sangat baik serta animo masyarakat terhadap acara IBS 2018, maka kegiatan ini direncanakan akan menjadi acara tahunan dengan fokus pada isu-isu yang menjadi perhatian nasional”. Ini menunjukkan keberadaan dan kontribusi Alumni ITS sangat diharapkan sebagai salah satu elemen yang bermanfaat dalam membangun Indonesia, pungkas Cak Djo.

 

IBS 2018: Cerdas Berinvestasi di Sektor Maritim, Energi dan UMKM

23 Nov 18
admin

No Comments

Jakarta-Indonesia. Menjelang akhir tahun 2018, Pengurus Pusat Ikatan Alumni Institut Teknologi Sepuluh Nopember (PP IKA ITS) akan menggelar sebuah even bertaraf internasional yang diberi nama International Business Summit 2018. Tema yang akan diusung pada tahun ini adalah Smart Investing To Accelerate Indonesia’s Economic Growth: Strengthening Energy & Maritime Sector And Nurturing New Local Businesses.

Ketua Umum PP IKA ITS, Dwi Soetjipto menyampaikan bahwa secara berkala PP IKA ITS mengadakan International Business Summit (IBS), yang membahas topik-topik hangat yang sedang berkembang di Indonesia. Pada IBS 2018 ini, bidang yang ingin dikupas antara lain Sektor Maritim, Sektor Energi dan Sektor UMKM. Pemilihan ketiga sektor ini berdasarkan masukan berbagai pihak dengan melihat kondisi di Indonesia yang dituntut untuk dapat melakukan percepatan investasi di ketiga sektor tersebut.

IBS 2018 merupakan sarana mempertemukan para pemangku kepentingan, antara lain Pemerintah, Perguruan Tinggi dan Pelaku Usaha. Sehingga diharapkan pertemuan ketiga aktor ini, akan mampu menghasilkan rumusan rekomendasi dan rencana aksi nyata dalam investasi di sektor maritim, energi, dan UMKM.

Pak Tjip panggilan akrab untuk Dwi Soetjipto menambahkan, dalam acara IBS 2018 kami secara khusus mengundang unsur dari Pemerintah yakni Menteri ESDM RI sebagai Keynote Speaker, hal ini dilatarbelakangi bahwa dalam 3 (tiga) tahun terakhir banyak terjadi perubahan regulasi dan kebijakan dalam pengelolaan sektor Energi Sumber Daya Mineral (ESDM) yang telah dilakukan.

Ketua Panitia IBS 2018, Djohan menyampaikan bahwa Konsep IBS IKA ITS 2018 merupakan perpaduan mulai dari studium general, presentasi dan focus grup discussion dengan narasumber yang kompeten di bidangnya.

Lebih lanjut CakDjo, panggilan akrab untuk Djohan, berpendapat bahwa dalam IBS 2018 dituntut dinamika forum yang tinggi serta pengaturan mobilitas peserta yang baik yang didukung kesiapan distribusi materi yang memadai agar mampu menciptakan situasi kegiatan yang kondusif dan pada akhirnya akan mampu menghasilkan rekomendasi kebijakan yang produktif dan bermanfaat.

CakDjo juga berharap agar acara ini dapat berjalan dengan baik dan lancar, panitia memerlukan dukungan semua pihak termasuk awak media.

“Kami mohon dukungan dan kerjasama dari berbagai pihak baik material maupun non material agar kegiatan ini dapat diselenggarakan dengan baik”

CakDjo juga menyampaikan bahwa “Panitia IBS 2018 juga memerlukan kerja sama dengan media, agar kegiatan ini dapat terinformasikan kepada masyarakat luas dan dapat memberikan inspirasi dan manfaat kepada berbagai pihak”.

Sebelum menutup pembicaraan, CakDjo berpesan bagi masyarakat yang ingin hadir dalam acara IBS 2018, yang akan digelar di hotel Kempinsky, pada tanggal 28 Nopember 2018, mulai pukul 08.00, dapat mendaftar melalui sistem online.

“Acara IBS 2018 ini, peserta yang dapat ikut kami batasi 300 orang pendaftar pertama, hal ini berkaitan dengan kapasitas gedung dan demi efektifnya pengelolaan acara tersebut. Masyarakat yang belum mendaftar silahkan membuka link: bit.ly/registerIBS2018 ” pungkas CakDjo.

(Untuk informasi lebih lanjut dapat menghubngi Panitia IBS 2018. Narahubung:Debra: 081331265569)

Think Tank Maritim 16.03.2017

16 Mar 17
admin
No Comments

*NUSANTARA INITIATIVE*
_Think Tank Maritim_
16.03.2017

1⃣ Pemerintah telah menyiapkan 13 titik yang akan direncanakan sebagai Rumah Kita atau gudang yang menampung logistik untuk mendukung program tol laut, guna menstabilkan harga. 13 titik tersebut, di antaranya Nias, Mentawai, Natuna, Sanggate, Dompu, Waingapu, Rote, Kalabahi, Tahuna, Namlea, Saumlaki, Manokwari dan Timika.

2⃣ Indonesia memiliki 111 pulau terluar berdasarkan Koordinat Geografis Titik-Titik Garis Pangkal Kepulauan Indonesia, yang baru saja ditetapkan melalui Kepres 6/2017. Hal ini sejalan dengan percepatan program Pembangunan Sentra Kelautan dan Perikanan Terpadu (PSKPT) di 12 kab/kota terluar Indonesia.

3⃣ Pemerintah akan menetapkan dua patokan harga garam yaitu harga batas bawah (floor price) dan batas atas (ceiling price) yang beragam di setiap sentra produksi dikarenakan nilai investasi dan produksi yang berbeda-beda. Sentra produksi garam Indonesia tersebar di Cirebon, Indramayu, Pati, Rembang, Sumenep, Pamekasan, Sampang, Bima, Jeneponto, dan Pangkep.

4⃣ Indonesia menempati posisi 3 besar dunia pengekspor ikan hias dengan potensi perdagangan mencapai US$ 65 juta, setelah Singapura dan Jepang. Tujuan utama ekspor ikan hias Indonesia adalah Amerika Serikat, Jepang, Hongkong, Austalia dan Inggris.

5⃣ Ditjen Perikanan Tangkap-KKP tahun ini menargetkan kenaikan 6% sumbangsih perikanan tangkap terhadap PDB perikanan nasional, melalui perbaikan 20 pelabuhan perikanan sebagai pusat bisnis serta peremajaan sistem kapal dengan menaruh GPS di kapal-kapal 10 GT, pengadaan 12.000 VMS baru untuk kapal diatas 30 GT, juga pemasangan CCTV di setiap pelabuhan.⁠⁠⁠⁠

Ikuti Info Maritim di *Nusantara Initiative* setiap saat melalui:
www.nusantarainitiative.com

Silahkan kontak kami melalui:
Info@nusantarainitiative.com

WORKSHOP NASIONAL TETANG MASYARAKAT EKONOMI ASEAN (MEA)

09 Feb 17
admin
No Comments

WORKSHOP NASIONAL TETANG MASYARAKAT EKONOMI ASEAN (MEA)

Dalam rangka persiapan  Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA) yang akan dimulai secara efektif pada tanggal   31 Desember 2015, pada tanggal 30 september 2014 bertempat di Hotel Double Tree Hilton Jakarta, telah berlangsung acara Workshop Nasional MEA yang diprakarsai oleh direktorat Jenderal KP3K. Acara dibuka secara resmi oleh Sekretaris Jenderal KKP dan di hadiri oleh beberapa pembicara dan fasilitator dari internal KKP, BKPM dan IPB Bogor. Acara Workshop dihadiri oleh Para Pejabat es II sd IV di lingkungan Ditjen. KP3K dan Para Kepala UPT –Ditjen. KP3K.

 

Sebagaimana diketahui dengan berlakuknya MEA akhir tahun 2015, nantinya terjadi pembentukan pasar tunggal di Negara-negara ASEAN yang memungkinkan satu negara menjual barang dan jasa dengan mudah ke negara-negara lain di seluruh Negara di Asia Tenggara sehingga kompetisi akan semakin ketat, dengan kata lain, di kawasan Negara-negara ASEAN tidak ada border barrier, sehingga dampaknya tidak hanya membuka arus perdagangan barang atau jasa, tetapi juga pasar tenaga kerja profesional, seperti dokter, pengacara, akuntan, dan dampak lainnya adalah penguasaan sumberdaya alam.

 

Pertanyaanya adalah, apakah Indonesia dalam hal ini bidang kelautan dan perikanan telah siap mengantisipasi adanya MEA nanti?, terutama terkait fisheries, marine tourism dan cargo dan traveling? ini yang perlu dipikirkan bersama. Hal ini mengingat Thailand dan Malaysia sudah sangat agresif mempersiapkan diri untuk memanfaatkan peluang MEA 2015. Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) juga tidak mau ketinggalan. Menurut Sekretaris Jenderal KKP Sjarief Widjaja, KKP telah membentuk Tim Pokja Pelaksanaan Komitmen Cetak Biru Masyarakat Ekonomi ASEAN Sektor Kelautan dan Perikanan untuk masa kerja 2014-2015 yang terdiri dari seluruh unit kerja lingkup KKP dengan pembagian tugas sebagai koordinator pada masing-masing bidang tertentu.

 

Tantangan Indonesia dalam menghadapi MEA 2015 adalah kurangnya dukungan infrastruktur, transportasi, logistik, perangkat hukum, penyediaan energi, dan pengembangan industri terpadu serta terbatasnya jumlah sumber daya manusia yang kompeten untuk mendukung produktivitas nasional. KKP melalui Tim Pokja tengah mempersiapkan Rancangan Instruksi Presiden (Inpres) tentang Peningkatan Daya Saing Nasional dalam menghadapi MEA khususnya di Sektor Kelautan dan Perikanan, terutama melalui penguatan kelembagaan, peningkatan daya saing produk, penguatan pasar dalam negeri, pengendalian impor dan peningkatan ekspor.

 

Langkah-langkah yang dilakukan KKP dalam mengantisipasi MEA 2015:

 

  • Mengidentifikasi tindakan prioritas dan menyusun program akselerasi guna meningkatkan kesiapan sektor kelautan dan perikanan (KP) menghadapi MEA 2015.
  • Melakukan kegiatan sosialisasi MEA kepada masyarakat kelautan dan perikanan Indonesia secara intensif guna meningkatkan kesadaran tentang pentingnya MEA.
  • Menyusun roadmap MEA 2015 sektor KP dan melaksanakan implementasi roadmap tersebut. Tidak ketinggalan akan disusun buku panduan MEA 2015 sektor KP. Nantinya buku itu akan dijadikan bahan sosialisasi MEA 2015 kepada seluruh pemangku kepentingan terkait. “Termasuk ke beberapa daerah yang paling rentan terhadap dampak MEA 2015, sehingga, mampu memanfaatkan peluang secara optimal untuk kesejahteraan masyarakat Indonesia.
  • Merencanakan pendirian MEA Center sebagai bentuk kesiapan KKP dalam menghadapi MEA 2015 yang berperan memberikan pendampingan kepada masyarakat untuk meningkatan kesiapan menghadapi MEA. Khususnya di daerah perbatasan yang rentan terhadap dampak pasar bebas ASEAN. Pendampingan dapat berbentuk penyediaan pendampingan teknis untuk meningkatkan kualitas dan kuantitas produk, informasi harga, serta informasi standarisasi produk yang telah diharmonisasi ditingkat ASEAN untuk tujuan ekspor.

WORKSHOP NASIONAL TETANG MASYARAKAT EKONOMI ASEAN (MEA)

10 Oct 14
admin
No Comments

WORKSHOP NASIONAL TETANG MASYARAKAT EKONOMI ASEAN (MEA)

Dalam rangka persiapan  Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA) yang akan dimulai secara efektif pada tanggal   31 Desember 2015, pada tanggal 30 september 2014 bertempat di Hotel Double Tree Hilton Jakarta, telah berlangsung acara Workshop Nasional MEA yang diprakarsai oleh direktorat Jenderal KP3K. Acara dibuka secara resmi oleh Sekretaris Jenderal KKP dan di hadiri oleh beberapa pembicara dan fasilitator dari internal KKP, BKPM dan IPB Bogor. Acara Workshop dihadiri oleh Para Pejabat es II sd IV di lingkungan Ditjen. KP3K dan Para Kepala UPT –Ditjen. KP3K.

Read More…